MASALAH-MASALAH BAYI BARU LAHIR

Beberapa masalah yang perlu diperhatikan pada bayi baru lahir:

1. Hipotermia (kedinginan)

Bayi baru lahir terutama bayi dengan berat lahir rendah (< 2.500 gram) berisiko mengalami kedinginan karena luas permukaan bayi relatif lebih luas sehingga mengalami paparan yang lebih banyak. Hipotermia (kedinginan) adalah keadaan suhu tubuh bayi di bawah 36,5°C. Untuk menghindari dan mengatasi masalah hipotermia dapat dilakukan dengan berbagai cara.

- Lakukan skin-to-skin-contact atau kontak kulit bayi ke kulit ibu. Tubuh ibu akan bertindak
sebagaitermoregulator dan menstabilkan suhu bayi.

-Perhatikan suhu ruangan, jaga agar tetap hangat.

- Berikan pakaian yang cukup hangat untuk bayi. Jika perlu, berikan selimut ekstra untuk si kecil saat

malahirkan  hari  untuk mencegah kedinginan.

Pada bayi berat lahir rendah dapat dilakukan perawatan metode kanguru.

Jika suhu tubuh bayi tetap dingin, segera bawa ke dokter.

2. Perawatan tali pusat

Kebersihan tali pusat yang masih basah perlu dijaga. Tali pusat tidak perlu diberi alkohol, obat merah, atau antiseptik. Yang perlu dilakukan adalah membersihkannya dengan air matang dan sabun, keringkan dengan kain bersih dan dapat ditutup longgar dengan kain kasa steril atau dibiarkan terbuka. Jangan berikan bedak, abu gosok, atau lainnya karena hanya bisa membuatnya terinfeksi. Umumnya, tali pusat puput dalam 1-2 minggu. Jika tali pusat tidak puput juga, berbau, berlendir, atau berdarah, segera bawa ke dokter terdekat.

3. Menjaga kebersihan bayi

Basuh daerah wajah dan leher bayi setiap hari. Bayi tidak perlu dimandikan setiap hari. Jika dimandikan, segera keringkan dan kenakan pakaian untuk mencegah kedinginan. Basuh seluruh tubuh bayi dari kepala hingga kaki. Perhatikan juga kebersihan pada daerah lipatan-lipatan kulit, seperti seputar leher, lipat paha, ketiak, dan belakang telinga. Bersihkan daerah mata dengan kapas yang diberi air hangat dan bersihkan mulai dari daerah dekat hidung mengarah ke samping.

4. Bayi tampak kuning

Bayi, terutama yang lahir kurang bulan, kadang terlihat agak kuning pada beberapa hari setelah kelahiran. Hal ini disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari kurangnya asupan susu, golongan darah anak dan ibu berbeda yang menyebabkan hemolisis, hingga infeksi. Jika bayi menderita kuning dalam 24 jam pertama kelahiran, harus segera dibawa ke rumah sakit. Jika kuning muncul pada hari ke-2 atau lebih, sebaiknya diperiksakan dahulu ke dokter. Beberapa keadaan kuning pada bayi dapat dilakukan terapi sinar dan yang lainnya dapat dilakukan rawat jalan. Namun, semuanya setelah melewati pemeriksaan dokter.

Terapi sinar dilakukan bervariasi lamanya, setiap harinya bayi akan dilakukan pemeriksaan bilirubin untuk mengetahui apakah kadar bilirubinnya sudah turun atau belum. Rata-rata bayi diberikan terapi sinar antara 2-5 hari.

5. Kolostrum untuk bayi

ASI pertama yang dihasilkan ibu atau dikenal dengan kolostrum adalah ASI yang paling banyak mengandung zat kekebalan tubuh sehingga warnanya kekuningan dan lebih kental. Jumlahnya belum banyak dan hanya muncul pada hari-hari pertama kelahiran. Seringkali hal ini menyebabkan orangtua menganggapnya sebagai ASI yang basi dan dibuang. Padahal, kolostrum sangat dibutuhkan bayi untuk mendapatkan zat kekebalan tubuh dari ibunya. Oleh karena itu, segeralah menyusukan bayi baru lahir ke ibunya.

6. Buang air besar pertama

Buang air besar pertama pada bayi baru lahir berupa mekonium (kotoran berwarna hijau tua) dalam 24 jam pertama. Jika dalam 24 jam pertama bayi belum buang kotorannya lewat anus, harus diperiksa lebih lanjut apakah terdapat kelainan seperti atresia ani (tidak terdapat lubang anus) atau morbus hirschprung (adanya penyumbatan pada tempat pengeluaran kotoran). Jika terdapat kelainan tersebut, harus dilakukan operasi sesegera mungkin. Beberapa masalah yang perlu diperhatikan pada bayi baru lahir:

1. Hipotermia (kedinginan)

Bayi baru lahir terutama bayi dengan berat lahir rendah (< 2.500 gram) berisiko mengalami kedinginan karena luas permukaan bayi relatif lebih luas sehingga mengalami paparan yang lebih banyak. Hipotermia (kedinginan) adalah keadaan suhu tubuh bayi di bawah 36,5°C. Untuk menghindari dan mengatasi masalah hipotermia dapat dilakukan dengan berbagai cara.

- Lakukan skin-to-skin-contact atau kontak kulit bayi ke kulit ibu. Tubuh ibu akan bertindak
sebagaitermoregulator dan menstabilkan suhu bayi.

-Perhatikan suhu ruangan, jaga agar tetap hangat.

- Berikan pakaian yang cukup hangat untuk bayi. Jika perlu, berikan selimut ekstra untuk si kecil saat

malahirkan  hari  untuk mencegah kedinginan.

Pada bayi berat lahir rendah dapat dilakukan perawatan metode kanguru.

Jika suhu tubuh bayi tetap dingin, segera bawa ke dokter.

2. Perawatan tali pusat

Kebersihan tali pusat yang masih basah perlu dijaga. Tali pusat tidak perlu diberi alkohol, obat merah, atau antiseptik. Yang perlu dilakukan adalah membersihkannya dengan air matang dan sabun, keringkan dengan kain bersih dan dapat ditutup longgar dengan kain kasa steril atau dibiarkan terbuka. Jangan berikan bedak, abu gosok, atau lainnya karena hanya bisa membuatnya terinfeksi. Umumnya, tali pusat puput dalam 1-2 minggu. Jika tali pusat tidak puput juga, berbau, berlendir, atau berdarah, segera bawa ke dokter terdekat.

3. Menjaga kebersihan bayi

Basuh daerah wajah dan leher bayi setiap hari. Bayi tidak perlu dimandikan setiap hari. Jika dimandikan, segera keringkan dan kenakan pakaian untuk mencegah kedinginan. Basuh seluruh tubuh bayi dari kepala hingga kaki. Perhatikan juga kebersihan pada daerah lipatan-lipatan kulit, seperti seputar leher, lipat paha, ketiak, dan belakang telinga. Bersihkan daerah mata dengan kapas yang diberi air hangat dan bersihkan mulai dari daerah dekat hidung mengarah ke samping.

4. Bayi tampak kuning

Bayi, terutama yang lahir kurang bulan, kadang terlihat agak kuning pada beberapa hari setelah kelahiran. Hal ini disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari kurangnya asupan susu, golongan darah anak dan ibu berbeda yang menyebabkan hemolisis, hingga infeksi. Jika bayi menderita kuning dalam 24 jam pertama kelahiran, harus segera dibawa ke rumah sakit. Jika kuning muncul pada hari ke-2 atau lebih, sebaiknya diperiksakan dahulu ke dokter. Beberapa keadaan kuning pada bayi dapat dilakukan terapi sinar dan yang lainnya dapat dilakukan rawat jalan. Namun, semuanya setelah melewati pemeriksaan dokter.

Terapi sinar dilakukan bervariasi lamanya, setiap harinya bayi akan dilakukan pemeriksaan bilirubin untuk mengetahui apakah kadar bilirubinnya sudah turun atau belum. Rata-rata bayi diberikan terapi sinar antara 2-5 hari.

5. Kolostrum untuk bayi

ASI pertama yang dihasilkan ibu atau dikenal dengan kolostrum adalah ASI yang paling banyak mengandung zat kekebalan tubuh sehingga warnanya kekuningan dan lebih kental. Jumlahnya belum banyak dan hanya muncul pada hari-hari pertama kelahiran. Seringkali hal ini menyebabkan orangtua menganggapnya sebagai ASI yang basi dan dibuang. Padahal, kolostrum sangat dibutuhkan bayi untuk mendapatkan zat kekebalan tubuh dari ibunya. Oleh karena itu, segeralah menyusukan bayi baru lahir ke ibunya.

6. Buang air besar pertama

Buang air besar pertama pada bayi baru lahir berupa mekonium (kotoran berwarna hijau tua) dalam 24 jam pertama. Jika dalam 24 jam pertama bayi belum buang kotorannya lewat anus, harus diperiksa lebih lanjut apakah terdapat kelainan seperti atresia ani (tidak terdapat lubang anus) atau morbus hirschprung (adanya penyumbatan pada tempat pengeluaran kotoran). Jika terdapat kelainan tersebut, harus dilakukan operasi sesegera mungkin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: