BEBERAPA KESALAHAN AKIBAT MENGOBATI DIR SENDIRI

 Kesalahan -kesalahan Saat Mengobati Diri Sendiri

 Di tengah himpitan ekonomi, banyak masyarakat berupaya melakukan pengobatan terhadap dirinya sendiri (self medicine). Mengobati diri sendiri boleh-boleh saja, asalkan dilakukan dengan baik dan benar.

Demikian disampaikan Prof. DR. dr. Rianto Setiabudy SpFK dari Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dalam diskusi bertema ‘Penggunaan Obat yang Rasional”
“Pengobatan diri sendiri akan sangat bermanfaat karena dapat menghemat waktu dan biaya transpor, mengurangi biaya konsultasi dokter, dan sebagian penyakit di masyarakat tergolong penyakit yang cepat sembuh sendiri,” katanya.
Rianto menjelaskan, penyakit yang boleh diobati sendiri oleh orang awam memiliki ciri di mana penyakit biasanya bersifat ringan, akan sembuh sendiri dalam waktu singkat dan tidak berbahaya. Penyakit tersebut misalnya batuk pilek tidak lebih dari 5 hari, diare ringan selama beberapa hari, sakit kepala ringan, sembelit dan sukar tidur. Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

TABLET IPAD ”PANASA;’

Pengguna Keluhkan “Panas Berlebih” di iPad Baru


Beberapa pengguna iPad baru mengeluhkan tablet barunya itu cenderung menjadi panas di luar toleransi saat digunakan, terutama saat mengakses Internet. Beberapa pengamat mensinyalir ini diakibatkan kapasitas baterai iPad baru yang lebih besar

Seperti dilansir The Next Web, memang tidak semua pengguna yang memiliki iPad baru akan mengalami masalah tersebut. Tapi masalah itu tentu saja akan membuat para pengguna dan calon pengguna iPad baru was-was. Baca pos ini lebih lanjut

TIDAK MEMAKAI KONDOM AKAN LEBIH TAHAN STRESS

-orang yang Bercinta Tanpa Kondom Lebih Tahan Stres Orang yang sering melakukan hubungan seks tanpa kondom umumnya memiliki kesehatan mental yang lebih bagus dibandingkan orang yang sering pakai kondom. Artinya, orang yang bercinta tanpa kondom lebih jarang stres dan lebih merasa bahagia. Program KB memang gencar mengkampanyekan pemakaian kondom untuk orang yang aktif secara seksual. Kondom juga Baca pos ini lebih lanjut

VAKSIN FLU CEGAH KEPARAHAN AKIBAT GAGAL GINJAL JANTUNG

Sebuah rekomendasi terbaru menunjukkan bahwa, mereka yang berisiko atau yang telah divonis mengidap penyakit jantung perlu mendapatkan vaksinasi influenza untuk mencegah keparahan akibat penyakit tersebut.
Hal tersebut diungkapkan oleh dr. Erwinanto Sp.JP, spesialis jantung dan pembuluh darah dari Rumah Sakit Hasan Sadikin  (RSHS) Bandung, saat acara workshop bertajuk Healthy Life, Healthy Me, Sabtu, (17/12/2011).
Erwin mengungkapkan, keberadaan vaksin flu sebenarnya sudah ada di Indonesia, namun belum menjadi program pemerintah karena harganya yang relatif mahal. Padahal lanjut Erwin, selain memberikan keuntungan pada orang dengan gangguan jantung, pemberian vaksin flu juga dapat mencegah memburuknya berbagai kondisi medis kronis lain, seperti asma maupun diabetes.
“Ini terutama untuk mereka dengan gagal jantung, di mana jantung mudah sekali mengalami infeksi. Orang-orang gagal jantung kalau dia terkena infeksi maka kondisinya akan semakin parah,” jelasnya.
Gagal jantung (heart failure) umumnya didefinisikan sebagai ketidakmampuan jantung untuk memasok aliran darah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Gagal jantung dapat menyebabkan sejumlah gejala termasuk sesak nafas, batuk, kongesti vena kronis, pergelangan kaki bengkak, dan cepat lelah.
Erwin menuturkan, virus flu dapat mengakibatkan peradangan (inflamasi) dalam tubuh, khususnya organ paru-paru. Dalam hal ini, pasien jantung adalah pihak paling rentan selama pandemi flu.
Pada pasien jantung, virus influenza dapat menimbulkan pembengkakan di sekitar jantung atau arteri yang menimbulkan gumpalan. Inilah yang menyebabkan serangan jantung. Baca pos ini lebih lanjut

CEGAH FLU BERAT DENGAN HIDUP SEHAT

Yang disebut flu babi sebenarnya flu musiman biasa alias seasonal flu. Flu ini tidak berbahaya, kecuali bagi orang berusia lanjut, penderita asma, dan penderita penyakit kronis yang mengganggu kekebalan tubuh. Adapun terhadap flu burung, masyarakat perlu waspada. Baca pos ini lebih lanjut

WASPADAI FLU BERAT…..!

Flu akan menjadi serius dan berat bagi individu penderita penyakit kronis seperti jantung, paru-paru, diabetes melitus, dan berbagai penyakit kronis lainnya.
Padahal, berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahun ada lima juta orang di dunia dirawat di rumah sakit karena influenza alias flu berat. Bahkan, 500.000 orang di dunia meninggal karena flu berat dan komplikasinya. Baca pos ini lebih lanjut

HAMIL DI USIA 35 DAN MASALANYA

Hamil di Usia 35 tahun

Bagi wanita berusia 35 tahun atau lebih, peluang untuk hamil tetap ada, meski tidak sebesar wanita yang berusia di bawah 30 tahun. Dengan mengetahui sejumlah risiko kesehatan yang dipaparkan konsultan ObGyn, dr. Kartiwa Hadi Nuryanto, Sp.OG, Anda bisa lebih mempersiapkan diri dan menjalani kehamilan dengan lancar

Hamil di Usia 35 tahun

Kesulitan untuk hamil adalah hambatan terbesar bagi wanita berusia 35 tahun atau lebih. Hal ini disebabkan oleh menurunnya kualitas sel telur secara perlahan ketika seorang wanita memasuki usia 30 tahun, dan diikuti dengan jarangnya terjadi pembuahan meskipun siklus menstruasi masih rutin.

Namun, tidak berarti wanita berusia 35 tahun atau lebih tidak dapat hamil. Masalah kesuburan dan metabolisme pada setiap tubuh wanita berbeda, jadi Anda tetap dapat berusaha untuk hamil. Tetapi, bila sampai enam bulan Anda sudah berhubungan seksual namun belum ada tanda-tanda kehamilan, konsultasikan masalah ini dengan dokter kandungan. Simak ulasan berikut dari konsultan ObGyn, dr. Kartiwa Hadi Nuryanto, Sp.OG. Baca pos ini lebih lanjut