USIA 4-5 TAHUN BAYI AKAN HILANG IMUTNYA

Bayi Hilang Imutnya Setelah Berumur 4,5 Tahun

Jakarta, Semua orang akan merasa senang dan gemas melihat bayi. Ketika bayi berusia enam bulan, hampir semua orang akan menggoda dan mendekatinya. Namun ketika beranjak dewasa, tingkat kelucuan dan keimutan bayi perlahan-lahan memudar. Penelitian menemukan bahwa bayi akan kehilangan penampilan imut dan menggemaskannya saat menginjak usia 4,5 tahun.
Lu Zhu Luo, Hong Li dan Kang Lee di Cina dan di University of Toronto merekrut 60 orang pria dan wanita kemudian memperlihatkan beberapa wajah anak-anak, mulai dari wajah bayi sampai berusia 6 tahun dan menginjak dewasa. Para peserta diminta menilai seberapa imut setiap wajah dan daya tariknya.
Para peneliti ingin tahu apakah balita dianggap lebih menarik dibandingkan anak dewasa dan pada usia berapa anak-anak mulai kehilangan keimutannya. Hasil penelitian yang dimuat Journal of Experimental Child Psychology ini menjelaskan bahwa anak-anak mulai tak lagi dianggap imut dan menggemaskan saat menginjak usia 4,5 tahun.
ia dan wanita menilai bayi lebih menggemaskan dan lebih menarik dibandingkan balita dan lebih menarik dibandingkan anak-anak.
Bayi memiliki ciri khas wajah seperti dahi yang menonjol, kepala besar, wajah bulat, mata besar, dan hidung serta mulut yang kecil. Sebagai makhluk hidup, manusia telah berevolusi untuk tertarik pada ciri khas tersebut dan menganggapnya lucu atau menggemaskan. Kecenderungan untuk lebih menyukai wajah kekanak-kanakan ini juga terjadi saat melihat bayi dari etnis lain.
“Ciri khas wajah ini membuat orang bersikap lebih lembut dan protektif terhadap bayi, terutama orang tua dan keluarga. Menurut hukum evolusi, karakteristik ini meningkatkan kemungkinan bayi untuk bertahan hidup. Penelitian lain menemukan bahwa bayi yang kurang menggemaskan seperti memiliki mata kecil, dahi datar, dan wajah persegi cenderung tidak mendapat perhatian,” kata Lu Zhu Luo seperti dilansir Psychology Today, Jumat (30/3/2012).
Anak-anak mulai kehilangan sebagian karakteristik daya tariknya saat tak lagi membutuhkannya untuk bertahan hidup. Selang waktu 4-5 tahun mungkin waktu yang telah disepakati para leluhur manusia untuk menunggu kelahiran bayi berikutnya.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: